[film review] SALT


Setelah Djakarta Theatre menjadi tempat favorit untuk nonton –karena alasan kedekatan geografis dengan rumah gw yang ada di Tanah Abang, sekarang Epicentrum XXI sepertinya bisa dijadikan tempat favorit juga untuk menonton bioskop. Well, alasan utamanya simpel, yaitu karena Anggie kerja di daerah Kuningan dan dia adalah teman sejati gw untuk nonton dan mengkritisi film yang kita tonton bareng. Selain itu, ruangan bioskop Epicentrum XXI lebih luas dan belum terlalu ramai. So, bisa dipastikan kalau mendapat tiket akan lebih mudah dengan tersedianya kursi yang lebih banyak. Kawasan yang nyaman dan ‘mewah’ juga membuat gw senang berada di daerah sana, Epicentrum Walk dikelilingi oleh kawasan apartemen yang selalu membuat gw drooling (dari dulu, gw selalu pengen tinggal di Apartemen). Yang gak kalah penting adalah tentang sensasi perasaan yang gw alami tiap kali berada di sana; gw merasa seperti tidak berada di Indonesia, it’s like a whole different environment with great ambiance, so isolated and peaceful (well, padahal gw gak pernah sekalipun keluar dari indonesia sih:p).

Kemarin gw keluar kantor jam 16.00 WIB, kebetulan bos sedang berada di Yogyakarta sehingga kerjaan bisa diselesaikan lebih cepat dan bisa keluar kantor saat semua orang juga berebut pulang kantor. Bisa dipastikan jalanan menuju Kuningan ramai dan padat, namun gw selalu senang bisa keluar kantor melihat matahari masih menyembul di balik awan. Seru banget ikut macet-macetan bareng orang-orang yang pengen segera sampai rumah karena hal seperti ini agak jarang bisa gw alami. Kalau gak karena urusan ke kampus, gw pasti baru keluar kantor jam 7 malam. I embrace that Wednesday!! Cuaca lumayan cerah dan tidak ada indikasi akan turun hujan. Alhamdulillah! :)

Sejak trailer SALT diputar, Anggie udah ngotot pengen banget nonton film ini, maka saat kesempatan keluar kantor cepat di Rabu yang cerah itu datang, gw langsung ajak dia nonton. Setiap kali menonton film, gw mencoba seminimal mungkin membaca jalan ceritanya; mengosongkan pikiran agar lebih mudah menyerap kisah yang tersaji, membuang semua prasangka serta ekspektasi terhadapnya. Menjadi penonton awam dan menikmati setiap kejutan yang dirangkai oleh sang penulis cerita sambil menikmati efek sinematografi yang (biasanya) canggih di film-film Hollywood:D

Most time Hollywood failed me, but I keep coming back. Don’t ask me why! :p

SALT dibuka mundur ke dua tahun belakang dengan adegan kekerasan yang dilakukan oleh Tentara Korea Utara untuk membuat Evelyn Salt (diperankan oleh Angelina Jolie) mengaku bahwa dia adalah mata-mata yang berkedok sebagai pejabat di sebuah perusahaan minyak. Sumpah gak tega banget liat matanya Angelina Jolie lebam :(


Tagline film ini adalah WHO IS SALT? Dan memang sepanjang film, penonton dibuat terus menerus mengubah kesimpulan mandul yang dibuat otak sebagai hasil atas representasi beberapa adegan yang dimunculkan sang sutradara, Phillip Noyce,  tentang siapa identitas sebenarnya Salt. Judgement penonton terus diacak-acak sampai akhirnya semua semakin terbuka di akhir kisah. Menarik!

Courtesy of Sony Pictures

Yang gw suka dari film ini adalah kejutan dan adegan ekstrim yang dimunculkan dan ternyata berani dimainkan oleh Angelina Jolie tanpa pemeran pengganti (stuntman). Gak abis pikir aja Jolie berani loncat dari truk di jalan layang, bergaya ala spider man dengan mengendap-endap merayap di gedung yang tinggi (bahkan tanpa kelenjar lengket yang bisa menghasilkan daya rekat kapiler!), merakit bom sendiri dan melakukan full body contact dengan lawan-lawannya (baca: hand-to-hand fighting). Keren!!

Yang pertama muncul saat melihat aksi Angelina Jolie adalah pemikiran bahwa Salt adalah Rambo versi perempuan :D

Courtesy of Sony Pictures

Selalu deh di film Amrik tuh jagoannya digambarkan jago BANGET sampai aksi-aksi individual dijadikan tawaran utama. Lihat aja film Trilogy Bourne, Green Zone, Shooter, Vantage Point, Enemy of The State, Die Hard, etc. Pembahasan yang gw dan Anggie lakukan setelah film ini selesai adalah: “Kenapa sih film Hollywood jagoannya cuma satu orang tapi bisa menumpas kejahatan yang gede banget bahkan bisa menumpas mafia/ teroris yang jaringannya banyak banget?”

Gak masuk akal!! Di film Salt juga ada beberapa hal yang gak masuk akal gw:D

Eh, si Anggie jawabnya simpel banget: “Ya, soalnya kan orang Amerika INDIVIDUALIS, jadi yang diangkat di tiap film adalah sikap individualis itu

Gw cuma bisa ketawa…wkwkwk..

Padahal gw punya beberapa skenario hebat, mulai dari sindrom super-power Amerika yang merasa ras-nya terbaik sehingga menggambarkan tokoh utama dalam film Hollywood sebagai orang unggul yang bisa menumpas kejahatan di muka bumi dan membawa kedamaian di muka dunia, sampai karena penonton cenderung terkesima dan terbuai dengan satu tokoh tertentu yang memiliki banyak kemampuan taktis bahkan kemampuan super hero (seperti MacGyver vs Superman), maka dibuatlah hiper realitas tentang tokoh utama di tiap film Hollywood.

Hmm, bukankah bioskop adalah tempat pelarian dari realitas yang ada di dunia? Tempat memanjakan semua panca indra karena terlalu jengah dengan situasi di dunia nyata, sehingga mencari pelampiasan serta kepuasan melalui dunia rekaan bernama film.

Awalnya, saat gw pikir bahwa Salt adalah mata-mata KGB, kenapa pakai taktik menyerang yang identik banget dengan jagoan Amerika? Beda banget kan gaya teror yang dilakukan oleh para teroris yang dicurigai mekar berseri di kawasan timur tengah? Bukankah KGB juga punya karakteristik penyerangan yang berbeda dan identik dengan karakter mereka sendiri?Ah, susah dijelasin pakai kata-kata :P

Sepanjang film, penonton juga dibuat tegang terus, hampir semuanya klimks. Sampai bingung dimana sebenernya SUPER klimaks-nya:p

Baru merasa lega sedikit saja, arah permainannya berubah lagi, mungkin maksudnya supaya gak mudah ditebak, tapi bikin gw capek nontonnya. Yang agak lebay, gw sampai gak habis pikir kenapa pertahanan Secret Service (yang menjaga Presiden AS) lemah banget sampai mudah disusupi bahkan bisa dipatahkan oleh satu orang perempuan:)

Flashback hubungan antara Salt dengan sang suami yang berkebangsaan Jerman itu juga kurang tereksplor dengan baik. Mungkin sengaja dibuat demikian agar penonton tidak tahu seberapa dalam hubungan mereka dan mengalihkan perhatian penonton dari menyimpulkan film ini ke premis paling dasar bahwa semua kejadian dan alasan dari tindakan sang tokoh utama didasari oleh urusan C.I.N.T.A dan P.E.R.A.S.A.AN.

Di bagian (hampir) akhir, Amerika akhirnya terdesak untuk meluncurkan misil nuklir sebagai upaya membalas tindakan KGB dan jalan terakhir untuk mengingatkan dunia bahwa gak boleh ada negara lain yang main-main sama Amerika:D Ya, sepertinya DIPLOMASI adalah alat yang gak revolusional kalau berurusan dengan kepentingan bangsa-bangsa tertentu.

Film ini pas banget diputar saat di koran-koran sedang santer banget membahas soal kebocoran informasi rahasia dan terungkapnya berita tentang Anna Chapman, seorang pengusaha yang diduga adalah  mata-mata rusia yang mencoba mencari tahu tentang senjata AS, mempelajari strategi diplomasi serta perkembangan politik di sana atau tentang tertangkapnya seseorang yang diduga sebagai agen mossad yang membantu membunuh seorang pemimpin Hamas. (Duh, ngomongin agen mossad, jadi inget Ziva David di film NCIS :) I love her acting…)

NCIS

Ziva David | Mossad Liaison Officer | NCIS

Di akhir film, gw cuma bisa mengrenyitkan muka. Kok bisa-bisanya seorang Agen mengambil keputusan sendiri dan melakukan tindakan ‘itu’ tanpa penyelidikan yang sesuai. Benar-benar gak habis pikir :P

So, gw yakin kalau akan ada SALT 2 di tahun mendatang, film menggantung sepertinya sudah menjadi trend yang diminati banyak sutradara (bukan lagi dominasi film horor atau misteri aja:p) . Kalau respon penonton dan keuntungan bagus, maka tinggal dibuat lanjutan ceritanya. Kalau pun gak terlalu meledak, ya anggap saja bahwa penonton dipersilakan menginterpretasikan akhir kisah sang tokoh tersebut semau mereka:D

Go look for the movie by yourself:) Yang pasti kalau mengharapkan adegan seksi di atas ranjang ala Original Sin yang dulu diidentikan dengan Angelina Jolie, penonton harus bersiap kecewa:D Interaksi seperti itu minim sekali di film ini.

Well, ini cuma catatan penonton awam saja, sambil belajar menulis review film tanpa bermaksud memberikan spoiler kepada siapapun yang membaca:)

Cheers,

Ps. Sepulang nonton, gw dan Anggie menuju pelataran parkir dan bingung mencari-cari dimana kunci motor gw. Kok gak ada di dalam tas serta jaket. Setelah dingat-ingat, sepertinya kunci gw masih tergantung di dekat jok motor setelah helm gw dikaitkan ke bagian dalam jok agar aman dari pencuri Helm SNI. Oh GOD, gw langsung menemui petugas parkir dan menanyakan apakah mereka melihat kunci motor Transformer gw. Alhamdulillah ada petugas yang baik hati menyimpan dan mengembalikan setelah gw berhasil memperlihatkan STNK motor dan karcis parkir. Alhamdulillah motor gak hilang. Pelayanan petugas parkir juga bagus. Lain kali harus lebih hati-hati lagi :D Terima kasih, Tuhan ^^

Advertisements

2 comments

  1. anonymous · August 6, 2010

    kawan, punya YM gak?
    saya mo diskusi ngebahas film SALT ini…
    saya coba cari di google, link ini yg bikin saya tertarik…
    INCEPTION yang orang banyak bilang rumit aja saya masih bisa dengan mudah ngerti, tapi pas saya nonton SALT, banyak yg saya gak ngerti…
    dia itu sebenernya siapa, motifnya apa, berubahnya prinsipnya di scene yang mana… serius saya sampai sekarang masih pusing dan tidak puas… so call me ASAP..

    • Annisa F. Wulandari · August 9, 2010

      Hai, monggo di-add aja: ID YM-nya: annisa_fw
      Mohon info saat invite klo kamu adalah si ‘anonymous’
      Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya ^^
      Mari berdiskusi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s