.rage against the system.


Kupikir gak akan ada hal yang cukup kuat menggoncangku selain masalah pencarian cinta yang tidak kunjung usai. Ternyata aku salah. Entah ini ternyata merupakan jawaban atas doa-doaku selama ini yang berharap bahwa masalah ‘patah hati’ tidak selalu menjadi isu yang dominan lagi atau memang ini adalah ujian naik level yang setiap orang harus hadapi untuk menjadi pemenang atau malah jadi pecundang

Sudah selesai kisah dengan si ‘we’re-not-meant-to-be-together’, sudah juga mulai bangkit dari kisah si ‘boi’, bahkan bikin hashtag khusus di twitter #goodbyeboi sebagai pelampiasan berbagai emosi jiwa karena ternyata gw salah membaca dan mengartikan ‘tanda’. Dia sukses ‘lari’ dari hidupku dan hidup dunia mayaku (baca: twitter-ku, Facebook-ku, bahkan YM-ku). Mungkin itu cara yang dipilih untuk menunjukkan penolakan halus terhadap keberadaanku.

, sudahlah, biarlah berlalu, biar jadi kisah yang pasti akan gw tertawai nanti bila ku tengokkan lagi wajah ke belakang. Kali ini, persoalan yang mucul sungguh mengalihkan semua panca indra dan perhatian gw. Menimbulkan keresahan yang amat sangat, gelisah tingkat tinggi! Gak bisa tertampung lagi kalau hanya disimpan sendiri. Menjadi begitu resah karena menyangkut masa depan. Menjadi buta akan masa depan adalah hal yang sangat menakutkan (walau emang kita gak pernah tahu masa depan akan seperti apa). Saat ini, gw melihat di depan sana semua tampak gelap dan buntu.

Gw bukan tipe orang yang membuat rencana hidup dengan demikian detil hingga mencatat semua langkah-langkah untuk sampai ke tujuan jangka panjang dan pendek. Gw ingin hidup sederhana saja –bukan berarti hidup hanya bertahan dari hari satu ke hari selanjutnya. Dalam rencana jangka panjang, gw ingin sekolah lagi ke luar negeri, jadi wanita karir yang sukses, bisa saling support dengan suami, punya keluarga kecil bahagia dan menjalani hidup dengan ‘normal’ seperti yang selalu gw tonton di film atau di novel yang gw baca. (Well, mungkin agak berlebihan ya??)

Gw tahu gw punya kemampuan, gw tahu gw bisa dipacu lebih keras lagi, gw tahu gw sanggup! Seandainya saja gw punya kesempatan untuk menunjukkannya. Gw gak mau terjebak di ruangan ini untuk satu tahun ke depan, dua tahun atau bahkan bertahun-tahun ke depan. Duduk jadi personal assistant gak pernah ada dalam benak gw, ini cuma kerjaan mudah, cuma butuh tangan trampil, tapi tentu bukan jenis pekerjaan yang ingin gw habiskan seumur hidup gw. Dan hingga saat ini, gw gak melihat ada titik cerah dimana gw akan diberi kesempatan untuk mengerjakan hal-hal yang lebih substansial.

It’s so frustrating! I am frustrating!

Ada orang ingin kerja mudah, dapat uang melimpah, tapi buat gw, bukan begini caranya! Kerja bukan hanya sekedar masalah Menuhin perut gw dengan makan enak dari uang yang gw dapat dengan hanya duduk 10-11 jam di belakang meja ini.

Sure people have their own situations!

Setiap orang punya masalah masing-masing, punya ‘soal ujian’ yang berbeda dalam hidup, sebagian mengeluhkan pekerjaan yang terlalu banyak, gaji yang terlalu sedikit, dan gw juga ternyata gak luput dari mengeluhkan hal yang sama. Pekerjaanku sangat tidak menantang, Tuhan. Aku ingin dapat kesempatan melakukan sesuatu yang lebih untuk negaraku. Bila memang aku harus bersabar, yakinkan diriku bahwa memang ada kesempatan dan tempat untuk aku melakukan sesuatu yang ‘lebih’.

Jangan ‘bunuh’ kreatifitas dan kemampuan diriku dengan menempatkanku di sini!

Apakah karena gw cuma sarjana komunikasi? Lulusan dari sekolah negeri yang gak terkenal bahkan ndeso? Trus gw seenaknya aja ditempatkan di sini? Perempuan biasa yang dianggap cuma bisa melakukan hal remeh temeh? yang gak bisa konsentrasi kerja karena nanti (entah berapa tahun ke depan) punya anak? Yang gak bisa berbuat lebih buat organisasi ini? Yang cuma bisa angkat telepon dan nyatet surat?

NO!! YOU CAN NOT UNDERESTIMATE ME!!!

Maaf bila aku menjadi terlalu ambisius untuk bekerja lebih dan sesuai kemampuanku! Menyesakkan dada bila kamu di’janji’kan akan masuk untuk posisi tertentu, namun kamu terlempar ke tempat lain. Sejak awal aku melamar di posisi pranata humas! Dan kecewa karena tenyata birokrat kita memang yang katanya sudah banyak yang sekolah tentang manajemen gagal menerapkan semua ilmu dalam prakteknya!

Do they ever really care?

Dan gw yakin gw bukan satu-satunya. Namun karena sudah lolos seleksi, trus nrimo aja gt mau ditempatkan dimana aja? Ah, susah memang! Gw sendiri yang terkungkung dengan sistem yang dilestarikan oleh para birokrat ini sejak lama. Pola pikir gw yang emang salah! Sampai mau diperlakukan begitu. Pilihannya berat, lanjutkan atau keluar! Dan pilihan untuk keluar mencari kerja baru tentu bukan hal yang mudah bahkan bila nanti gw udah nyelesain kuliah saat ini. Whatta Dilemma! Dan gw yakin gw gak sendirian:(

SO PLEASE HELP US, DEAR GOD…

Kamu tahu, berada di lingkungan yang ‘super’ akan membuatmu berfikir bahwa kamu ‘super’ dan kamupun akan bertindak ‘super’, begitu juga sebaliknya (setidaknya itulah yang gw yakini). Saat ini, gw berada di situasi yang ‘kurang sehat’, setidaknya untuk diri gw sendiri. Mungkin menjatuhkan pilihan bekerja di sini merupakan hal yang salah. Mana kutahu ini salah bila tidak kujalani dulu. Silahkan maki aku karena tidak konsisten dan tidak bertanggungjawab dengan keputusanku dan konsekwensi atasnya. Tapi gw menjalaninya saat ini, namun di sisi lain, gw juga merasa punya tanggung jawab kepada diri sendiri untuk membuat keputusan yang lebih baik, menyelamatkan diri ini sebelum tenggelam lebih dalam lagi. Apakah menyelamatkan diri itu salah? Salah bila akhirnya gw menyerah dan berjalan meninggalkan semua ini? Menjadi tidak bertanggungjawabkah gw?

gw gak akan terlalu peduli juga bila akhirnya semua menjawab ‘kamu salah!’

Sekarang, gw harus siap dengan keputusan tersulit. Selesaikan thesis, bila keadaan tidak membaik, keluar saja dari sistem ini

Tuhan, beri aku petunjukMU… Aku sungguh lemah, bodoh, labil dan rapuh. Astagfirullah… Astagfirullah.. Astagfirullah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s