.the girl who never.


Terinspirasi oleh lagunya Landon Pigg (LP) yang berjudul ‘The Boy Who Never’, gw tulis notes ini.
Seseorang yang gw anggap dekat mengirimkan satu album lagu-lagu yang katanya ‘cozy, enak, romantis, cocok didengarkan di kala hujan’. Deskripsi kata-katanya tentu membuat gw sangat ingin membuktikannya. So I start hearing the songs…

Bukan tipe lagu yangear-catching (*bahkan mѐntal di telinga Ang:p) , tapi ternyata perlahan gw semakin menyukainya, dimulai dari Falling in Love at The Coffee Shop (*yang punya videoklip yang menarik dan gw suka banget!), A Ghost (*yang agak mistis :p) dan yang terakhir sering gw dengerin adalah lagu The Boy Who Never yang juga merupakan judul albumnya si LP. And so he sings:

The strongest structures ever built are the ones that don’t get built at all.
The kinda bricks that don’t get laid are the only kind that never fall…
I’m afraid of what might happen if together we build a wall.
Cause the only kinda love that never gets built is the only kinda love that never falls.

Betulkah demikian? Bahwa cinta yang tidak akan pernah hancur adalah cinta yang tidak akan pernah dibangun. Bahwa sebuah hubungan yang paling kuat adalah sebuah hubungan yang tidak pernah dibangun sama sekali?

Pertama kali mendengar lagu ini, gw secara ‘mistis’ tertarik. Bahkan bertanya ‘what the heck is wrong with this boy? what things he NEVER do??’ Langsung gw cari liriknya di google dan membacanya dengan sangat hati-hati.

Satu dua kali gw baca, gw sama sekali gak paham, apa sebenarnya maksud dari LP nulis lagu ini. Tapi semakin lama, semakin nyata maksud lagu ini. Sungguh sederhana sekali, tapi layak dapat pemikiran mendalam buat gw. ‘The Boy’ tidak pernah menyatakan perasaannya, tidak pernah berani membangun sebuah hubungan, tidak pernah berani mendekati, tidak pernah bilang ‘I LOVE YOU’, tapi dia sadar bahwa hati gak akan pernah bisa berbohong’

I never let my heart speak through my lips
I’ll never let my hands rest on your hips
I never said i love you, but the heart never lies
I know you heard me say it when i said it with my eyes

Dan tahu apa alasan dia?

So i forfeit future tears of joy
To save us both from pain
I could kiss you now, but i’d only miss you more
When i walk away
When i walk away

Ternyata karena takut bahwa pada akhirnya dia akan pergi meninggalkan perempuan ini dan cuma menyisakan tangis dan sakit bagi keduanya.

Lalu, haruskan gw juga begitu takutnya untuk jatuh cinta? Gw pengen banget menipu diri sendiri bahwa perasaan sayang terhadapnya TIDAK membuat dunia benar-benar terasa lebih berwarna, TIDAK membawa senyum di saat gw menyendiri di atas motor butut gw, TIDAK membuat jiwa gw melambung tinggi bangett *mulai lebay:p, dan TIDAK membuat gw rajin update twitter.

Gw mau menipu diri sendiri supaya gak jatuh terlalu jauh karena di satu sisi gw menikmati semua sensasi perasaan ini. Perasaan yang cuma milik gw. Dan gw tahu mungkin hanya akan menjadi milik gw seorang. Gak salah kan untuk memiliki perasaan ini? Yang salah mungkin perasaan ini membuat gw menjadi terlalu sensitif. Tapi gw yakin, pada batas tertentu, gw bisa menahan semua perasaan ini. Dan pada akhirnya, kalaupun ini hanya akan menjadi kisah-cinta-tak-berbalas lainnya, gw telah membuktikan bahwa gw tetep bisa move on:D Setahun, dua tahun, tiga tahun ‘berlari’ dari orang-orang yang tidak membalas dan orang-orang yang ‘mengambil’nya *tambah lebay, pacaran aja gak pernah, tapi sok egois dan merasa memiliki sampai gak rela orang lain juga suka sama laki-laki ini:p, tapi pada akhirnya gw pasti kembali bersosialisasi dengan mereka. *Gw harus terus belajar memaafkan dan menerima kenyataan dengan lebih cepat!

Belakangan ini gw berfikir dan bertanya, “Ya Tuhan, Bagaimana caranya membuat dia tahu bahwa gw sayang tanpa membuatnya jengah?” Haruskan gw simpan saja perasaan gw, agar gw tidak terluka? Haruskah gw diam? Apakah yang dimaksud dengan ‘just set him free’? Melepaskannya tanpa pernah dia tahu apa yang gw rasakan? Membiarkan dia tidak tahu bahwa dia sempat berarti? Bersikap biasa saja selayaknya dulu?

Tuhan, gw gak tahu bagaimana bersikap dengan benar di dekatnya -bahkan saat jauh dari dia. Kenapa gak ada pelajaran seperti ini di sekolah dasar, di SMP, di SMA bahkan di universitas? Kenapa gak pernah ada SKS khusus untuk tahu bagaimana bersikap dengan benar terhadap orang yang kita sayangi tanpa membuatnya lari atau jengah? Kenapa gak ada kurikulum khusus untuk membuat gw lebih paham, bagaimana caranya jatuh cinta dengan benar? Bagaimana agar perasaan-perasaan gw berbalas? Kenapa orang tua gw gak pernah memperingatkan gw untuk hal seperti ini?

Kalau memang alam dan lingkungan yang akan mengajarkan semuanya, pengalaman-pengalaman gw menunjukkan bahwa ternyata gw belum juga berhasil menemukan kunci atas pertanyaan-pertanyaan itu.

Gw tahu bahwa perasaan bukanlah sesuatu yang bisa dimanipulasi, dia tidak berbohong dan tidak dapat diganggu gugat. Rasa sayang itupun muncul tanpa pernah disadari. Tapi pernahkah kamu begitu letih untuk mencari seseorang yang tepat untukmu? Di saat yang sama gw juga terlalu takut untuk jatuh lagi dan memiliki perasaan ini.

Jangan hukum aku yang menyayangimu dengan memunggungi diriku atau berlari dariku. Berilah penolakan yang nyata namun tolong sampaikan sehalus mungkin. Bayangkan dirimu jatuh cinta dan begitu menginginkan seseorang, namun perasaanmu tak berbalas. Berdirilah di sepatuku dan pikirkan bagaimana penolakan terhalus dan terindah yang ingin kamu dengar dari orang yang kamu sayangi ini tanpa membuat egomu terluka dan harga dirimu terjaga. Lalu lakukanlah hal itu terhadapku… Aku akan menghargaimu…

This is me.. The Girl Who Never… Never find someone to spend my life with (yet).
But I will find you.. and You will also find me…
And together will make our own stories…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s