.kutukar Astroboy dengan semua itu!


Kulaju motorku sampai ke batas kecepatan yang masih sanggup kutahan, 100km/ jam, angin petang itu menyapu seluruh tubuhku yang hanya berbalut jaket denim bergambar tengkorak; melewati Kramat Raya, Raden Saleh, Cikini, Menteng melewati Taman Suropati, kantor lamaku di Bumi Daya Plaza hingga aku sampai di jalan utama Sudirman, berbelok ke kanan melalui Hotel Shangri La hingga akhirnya aku tiba di kampusku yang terletak persis di Hotel Sahid Jaya Sudirman.

Hari ini aku terlambat sampai ke kampus. Pekerjaan di kantor datang bertubi-tubi hingga aku tidak sempat memainkan permainan-permainan ‘konyol nan menghibur’ yang ditawarkan oleh facebook untuk mengisi waktu kosong. Aku bertahan sampai adzan maghrib berkumandang, memandangi berkas-berkas yang datang pergi tanpa jeda panjang sejak pagi tadi.

Jarum panjang menunjuk ke angka enam, sedangkan jarum pendeknya perlahan menjauhi angka itu. Kelasku sudah dimulai sejak pukul lima tadi, beberapa temanku sudah mengirimkan sms untuk memastikan kedatanganku ke kampus. Namun kaki dan tanganku sudah dipaku di kursi ini.

Hari ini Bapak memimpin beberapa rapat, persiapan yang remeh temeh sampai yang esensial pun menjadi tanggungjawabku. Aku seorang diri mengerjakannya, untung saja pelaksanannya melibatkan beberapa orang lain. Bolak-balik lantai 2, 3, 4 dan 5 sudah jadi olahragaku hari ini. Entah mengapa aku menjadi sedikit emosional menghadapi beberapa hal yang berjalan di luar rencanaku, Alhamdulillah aku masih bisa bertahan untuk tidak mencaci maki orang lain. I really have a bad temper!!

Setelah menyelesaikan semua yang ada di atas meja, aku pamit untuk kuliah. Suasana di kantor masih sangat ramai, mereka sibuk menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Ah.. entah mengapa mereka betah sekali berlama-lama duduk di kubikel 2x2m itu. Menurut peraturan pemerintah, jam kerja pegawai negeri sipil hanya pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB. Kenyataannya, jarang sekali bisa keluar dari kantor saat matahari masih tampak. Untung saja aku kuliah, sehingga punya alasan kuat untuk ‘kabur’ dari kantor -walau sebenarnya gak bisa disebut kabur juga sih, wong jam kantor sudah kupenuhi kuotanya.

Sampai di kampus, aku bergegas menuju kelas, ternyata masih ada beberapa kawan yang istirahat untuk shalat Maghrib. Baru duduk sebentar, kuliah sudah diakhiri. Diakhiri dengan tugas-tugas menumpuk karena dua minggu lagi Ujian Akhir Semester akan dilaksanakan. Salah satu dosen berhalangan hadir karena ada tugas ke luar kota, maka aku pulang cepat. Yippie…

Saatnya bersenang-senang!!

Waktu masih menunjukkan pukul 19.30 WIB. Kulirik hpku, mampir ke http://www.21cineplex.com dan menemukan bahwa film Astroboy yang lama kunanti sudah main di Djakarta 21, lihat jadwal tayangnya dan yakin bahwa 20.05 malam ini adalah waktu yang tepat untuk menonton di sana. Seorang diri saja, tidak apa-apa, aku memang belum punya pendamping.

Cepat-cepat kupacu lagi motorku untuk mengejar film yang 30 menit lagi diputar. Sudirman ke Thamrin lancar dan aku sudah bersemangat untuk menonton film itu. Sempat menimbang-nimbang apakah keputusan nonton film di mala mini adalah keputusan yang tepat.

Aku tahu sifat burukku. Aku terlalu impulsif. Bila menginginkan sesuatu, maka saat itu juga harus kudapatkan, kalau tidak dapat, bisa uring-uringan gak bisa tidur. Dengan penuh keteguhan, aku bersikeras ke Djakarta21. Malam ini aku akan menonton Astroboy!

Di tengah perjalanan, aku melihat mini market dan sempat berfikir bahwa sepulang dari menonton, aku akan mampir sebentar untuk membeli beberapa kebutuhan yang sudah habis.Tiba-tiba pikiranku seperti diarahkan untuk mengingat uang di dompetku. Seperti ada rasa tidak tenang.

Segera saat itu juga aku menepi, memeriksa tas hitamku dan tidak menemukan dompet ataupun amplop putih tempat aku bisa menyimpan uang makan bosku. Dompetku TERTINGGAL!! Tertinggal di laci kantor setelah hari yang menguras emosiku.

Iya, aku ingat meletakkan dompet berisi kartu ATM, KTP, SIM, STNK motor, beberapa lembar uang di laci itu. Sejak tadi, aku bayar parkir hanya dengan uang receh yang ada di kantong jaket, tidak sedikitpun teringat dompet itu. Ah…kesal rasanya!! Rencanaku GAGAL!

Gak kalah seru dengan ceritaku beberapa waktu lalu saat menantang Tuhan untuk memberikanku cobaan dan berakhir dengan bensin motor habis sehingga aku harus menuntun motor sepanjang sudirman sampai thamrin untuk mencari penjual bensin eceran, dan kecewa karena tiket nonton film Public Enemy yang kukejar-kejar (bahkan sampai bensin kosong itu) sudah terjual habis sampai tengah malam nanti. Baca notes itu di sini. hehe *LOL

Akhirnya aku pulang tanpa uang, tanpa tiket dan tanpa film Astroboy.

Anehnya, hatiku senang. Kesal hanya sebentar saja dan menguap dengan sukses ke udara bersama angin malam.

Mungkin memang aku tidak boleh nonton film itu malam ini. Mungkin karena aku sudah berjanji pada Anggie untuk nonton bersama sepulangnya dari diklat prajabatan, atau karena hujan akan turun di Jakarta malam ini, atau karena ternyata TV0NE menyiarkan sidang menarik dengan POLRI di televisi atau karena aku seharusnya berbagi rezeki ke penjual martabak dan bakso (yang kubeli karena perut laparku -yang bisa terbayar setelah aku pergi meminjam uang ke rumah saudara di dekat rumah), atau karena ada alasan-alasan lain yang Tuhan inginkan terhadap aku, sesederhana agar aku bisa berbagi melalui notes ini.

Kemungkinan-kemungkinan itu mungkin adalah alasan mengapa aku tidak berada di studio 2 Djakarta Theater malam ini. Kutukar Astroboy dengan semua itu!
Tidak sedikitpun sedih tersisa di hati saat kutuliskan ini.

Mungkin seperti itulah tuhan ‘bermain’ dengan aku dan kamu; Dengan memberikan apa yang aku dan kamu butuhkan, dan bukan yang diinginkan. Aku butuh untuk merasa bahagia dan Dia memberikan kebahagiaan itu dengan cara yang tidak aku inginkan pada awalnya.

Semoga hatiku bisa terus terbuka untuk menerima semua yang Dia inginkan terhadapku. Amien…

*repeatedly listening to Haven’t Met You Yet – M.Buble :: Other Side of the World – KT Tunstall :: Human Nature – M. Jackson :: Blue Eyes Blue – E. Clapton :: If – Bread :: Out of my Head – Fastball ::

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s