.tell me the truth!


Seorang teman tiba-tiba saja bertanya melalui sebuah alat chat di sebuah situs pertemanan sosial.

‘Apa komentarmu tentang aku?’

Sebuah pertanyaan yang aneh sekali setelah sekian lama tidak pernah berhubungan secara personal. Tentulah aku bertanya mengapa dia tiba-tiba meminta pendapat seperti itu. Selain itu, untuk keperluan apa komentar tersebut kutulis. Setelah mencari tahu, akhirnya aku sampaikan opiniku selama mengenal dirinya.

Dan betapa terkejutnya dia karena dia merasa aku sangat mengenalnya sehingga mampu memberikan deskripsi yang cukup lengkap.

Dia bilang ‘See, Aku memang telah bertanya ke orang yang tepat…’

Sempat ada tanya dan ragu yang muncul di benakku. Haruskah aku mengatakan yang sejujurnya, atau haruskah aku mengeluarkan kata-kata yang hanya sekedar basa-basi sehingga mampu menyenangkan serta mengangkat harga dirinya semata?

Kuputuskan mengatakan apa adanya; yang baik dan yang buruk.

Kita mungkin sering kali ingin mendengar apa yang orang lain pikirkan tentang diri kita, namun kadang kita sering kali tutup telinga setelah mengetahui kebenarannya, bertanya-tanya dalam hati ‘Apakah kita memang seperti itu?’ Meragukan apa yang diucapkan dan seringkali menganggap itu sebagai sebuah serangan terhadap diri kita. Tidak mampu menerima apa yang disampaikan, padahal itu dikatakan atas permintaan pribadi. Saat seseorang bertanya tentang bagaimana dirinya, itu merupakan sebuah tanda kekurangpercayaan diri dan adanya kebutuhan yang sangat besar akan pengakuan eksistensi diri di hadapan orang lain.

We may say ‘I dont care what people think about me’, in contrary it reflects how we actually DO care about what people think about us.

Kita sebenarnya selalu tahu seperti apa karakter kita dan apa yang kita butuhkan dalam hidup untuk dapat merasa lebih baik di dunia yang semakin tidak ramah ini, hanya saja sering kali kita mengingkari diri karena kita tidak ingin menilai diri sendiri buruk dan tercela.

Aku selalu senang memperhatikan orang lain, bagaimana sikap mereka, bagaimana respon mereka menghadapi sesuatu, dunia ini adalah laboratorium pribadiku. Tempat aku memperhatikan beragam sikap manusia. Semoga aku juga mampu menjadi diri yang lebih baik lagi dan bahkan tidak mengingkari sedikitpun kejelekan yang laten dalam diriku.

:to be continued -it’s time to go home :) happy weekend, fellas….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s