.what’s worst could happen to me.


Hari ini aku menantang Tuhan. Kumohon padaNya agar hari ini tidak berjalan seperti biasanya. Aku ingin membuat garis putus-putus di antara garis lurus yang kujalani saat ini. Agar garisku tidak melulu garis lurus. Aku ingin melakukan hal-hal baru yang tidak pernah berani kulakukan semenjak dulu. Mendobrak norma dan rutinitas yang selama ini membelenggu, menghalangi dan membuatku takut untuk mencoba.

Pagi ini sengaja kuberangkat lebih pagi ke kantor. Ada upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-101 di Kantor Pusat. Senang rasanya dapat baju KORPRI baru; bukti sebuah identitas baru yang melekat padaku saat ini. Menjadi seorang Abdi Negara… Bangga rasanya berdiri di barisan depan dan mengikuti jalannya upacara. Mencermati setiap detil yang terjadi. Menghayati lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan. Mengheningkan cipta sambil mendengarkan iringan lagu. Mendengarkan amanat yang disampaikan Bu Menteri dengan seksama dan akhirnya pulang dengan hati riang=)

Upacara selesai dengan cepat, aku langsung berangkat ke kantorku di Kramat. Menyalakan komputer dan Winamp (untuk mendengarkan suara Lala Suwages mengalun di ruanganku), mengurus berbagai surat yang masuk. Memastikan semua sudah pada tempatnya.

Walau sudah mengucapkan permohonan pada Tuhan, tapi aku sempat berpikir bahwa ini hanya akan menjadi hari yang biasa. Hari yang rutin kujalani tiap hari.

Bangun pagi – Berangkat ke kantor – Bekerja – Berangkat ke kampus – Kuliah – Pulang – Tidur. Siklus yang lama-lama terasa menjemukan walau aku sangat menikmati habisnya 24 jamku untuk semua hal tersebut.

Kutantang tuhan..

Tuhan… ‘What’s the worst thing that could happen to me today, dear God??’

Kerjaan hari ini ternyata terasa menyenangkan=) Entah kenapa. Tapi aku benar-benar menikmati tiap waktu yang berlalu. Sempat ada hal-hal unik.

Mulai dari Pak bos yang bercanda menjodohkanku dengan seorang teman kerja hanya karena badan kami sama2 ndut:) (pliz deh, bos langsung gw tuh pejabat eselon 2. Sempat2nya bcandain gw dgn urusan perjodohan:p ), diiring dengan pemberian uang dari pak bos sesaat setelah beliau menerima honor untuk Wawancara thd Calon Direktur Kepatutan (Wow..mana ada pak bos yang baru saja ditemui stafnya untuk menerima uang honor, membuka amplop dan langsung bilang ‘Saya mau bagi2 rezeki. Uangnya kita bagi tiga ya,mba.. Satu untuk Anggy -yg nganter amplop honor-, satu untuk mba nisa dan yang satu untuk saya.’ Nilainya tdk terlalu besar tapi perhatiannya patut diacungi jempol), dilanjutkan dgn kejadian emosi hati karena harus bolak/ik mengantar surat ke lantai 3,4&5, dan kejadian2 lainnya di hari itu.

Aku baru keluar kantor jam 19.00. Niat mau langsung ke kampus karena sudah 2 jam terlambat dari waktu seharusnya masuk kelas. Tapi ternyata terhenti karena diajak Dena untuk kumpul dan makan merayakan ulang tahunnya. So, dari kantor langsung ke Pizza Hut Atrium.

Makan dengan hati tidak tenang (tapi tetap lahap=p) karena kuliah jam ke-2 juga sudah seharusnya dimulai sekarang. Jam 20.00 aku pamit duluan meninggalkan kumpulan teman-teman yang masih bersenang-senang.

Langsung ngebut ke kampus. Jam 20.30 sampai kampus dan dengan wajah polos meminta maaf krarena terlambat datang. Kuliah berakhir jam 21.15. Otakku brpikir keras…

Aku tdk mau sampai rumah jam 21.30 dan langsung tidur. Tuhan, aku tidak mau mengakhiri hari ini terlalu cepat. Tiba-tiba terlintas ide nyleneh untuk pergi nonton sendirian di Djakarta Theatre 21. Night at Museum 2 ternyata sudah tayang di sana.

Sempat digeleng2i kepala oleh Tami waktu dia tahu aku gak akan langsung pulang, melainkan kabur nonton film jam 22.15. Kulaju kencang motorku. Kawasan Sudirman masih ramai.

Jakarta never sleeps,huh?

Motorku berkejaran dengan mobil lain. Aku ingin segera sampai Djakarta Theatre. Aku ingin menikmati kesendirianku. Menonton sendiri. Mengasingkan diri di tengah keramaian dan hiruk pikuk ibu kota. Kulalui halte Tosari, Menara BCA, Grand Indonesia, Hotel Indonesia Kempinski, Bunderan HI, Plaza Indonesia dan menuju EX.

Tiba-tiba… Motorku melaju perlahan dan akhirnya mati. Something’s wrong with my baby motor… Tebakanku bensinnya pasti habis. Meteran bensin motorku mati dan Jumat minggu kemarin adalah terakhir kalinya aku mengisi penuh tangki motorku. Bodohnya aku. Lupa mengisi bensin lagi=) (uwf…stupid doesnt play *baca: bodoh bukan main:p).

Terpaksa aku menuntun motorku sepanjang EX, melewati Kedutaan Besar Jepang, BANWASLU, dan terus saja ke Kebon Kacang XI. Berjalan tertatih dgn sepatu berhakku mencari pom bensin. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.35. Entah mengapa, aku tidak merasa takut atau sedih.

Aku tetap berjalan, tersenyum dan menjawab tantangan Tuhan atas ucapan sesumbarku hari ini=) Hampir 2 KM kutempuh untuk akhirnya dapat bensin eceran di gang2 kecil sepi yang gelap. A

lhamdulillah=)

Kembali kuberkata… ‘Dear God, what’s worst could happen to me after this?’

Aku sgera memacu kencang motorku menuju Djakarta Theatre. Memarkir motorku. Waktu msh menunjukkan pukul 21.50. Film baru akan diputar 20 menit lg. Ak segera parkir dan masuk ke 21. Suasana sangat padat. Maklum, besok hari libur=) Aku mempercepat langkahku ke depan konter tiket. Mengantri dgn tenang dan akhirnya menemukan tulisan:

‘STUDIO 2 : NIGHT AT MUSEUM II – 22.10 (FULL)’

‘Oh dear God… Is this the worst thing happened to me today?’=)

Aku langsung bertanya dan memang tiket ternyata sudah habis. Aku langsung ambil langkah seribu berbalik keluar 21 dan menuju motorku. Ah… Lelah rasanya mengejar 22.10 dgn diiringi tragedi bensin habis dan ternyata aku tidak juga berhasil dapat SATU tiket nonton. Lagi2 aku tersenyum pada Tuhan.

Tuhan…aku bahagia bahwa hari ini benar-benar menjadi hari yang tak biasa untukku. Aku menjawab tantanganMu,Tuhanku…

Aku tetap kukuh berdiri tegak tanpa siapapun di sampingku. Tidak cengeng dan berteriak-teriak bahwa aku adalah orang paling sial di Bumi Indonesia. Semua karena keyakinanku padaMu.

Bahwa Engkaulah yang membuatku kuat. Apapun cobaanmu adalah untuk membuatku lebih kuat. Aku tidak sendiri karena Engkau selalu mengiringi tiap langkah sepiku.

Aku menjawab tantanganMu,Tuhan… Menelaah tiap hikmah dan pelajaran dari semua kejadian ini. Makna akhirnya, mungkin memang aku harus menulis notes ini dan berbagi kisahku=)

At the end of the day, I am still the happiest girl who’s watching UNGU LIVE CONCERT on TV by myself and writing this notes in an empty house. 20 minutes to 12pm and I’m still asking: ‘Dear God, what’s worst could happen to me today?’ =)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s