.the journey.


Akhir Maret 2008 lalu,alhmd gw lulus kuliah. Memperpanjang waktu tinggal di Pwt selama 1 bln sambil nunggu datangnya BU (beasiswa unggulan) utk Aktifis yg dijanjikan DIKNAS utk 20 mahasiswa UNSOED.

Ktnya,gw dpt jatah ke Malay bersama bbrp org teman utk studi banding selama beberapa bulan. April 2008 hampir berlalu, tyt tdk juga ada info ttg BU. Akhirnya gw memutuskan utk balik pulang ke Tangerang. Pindah dr Pwt.

Bulan Mei 2008, gw diajak kerja di Bali. Menyenangkan bgt. Dapat setumpuk buku terkait dgn tourism, hospitality, marlins, dan brbagai handbook terkait dgn beberapa profesi di kapal pesiar. Setelah target trcapai, smpt plg ke Jkt lg,tp trus diminta lg ke Bali.

Semua memang sudah diatur, kerjaan gw di Bali membuat gw trtarik dgn dunia pariwisata. Gak lama di Jakarta, tiba-tiba aja dapat info bhw Universitas Sahid menawarkan beasiswa S2 Manajemen Pariwisata.

Gak byk pertimbangan, kesempatan ini gw ambil. Gw dtg ke Sahid. Mempersiapkan semua persyaratan, membuat proposal thesis, ikut tes TOEFL, sampailah pada tahap wawancara dan alhmd lulus.

Program beasiswa yg ditawarkan juga merupakan Beasiswa Unggulan. Program double degree MM dan MBA antara Univ Sahid Jakarta dan Univ Utara Malay. Artinya kuliah dilaksanakan di dua univ tsb dan bila brhasil menyelesaikan, dua titel akan terselip di belakang nama.

Kupikir ini merupakan jawaban doa selama ini. Gak kunjung mendapatkan kepastian brngkt ke Malaysia dari BU Unsoed, ternyata gw dpt rezeki lain. Lbh baik malahan,karena gw bisa dapat kesempatan kuliah di Malaysia.

November 2008, gw ikut-ikutan euphoria tes CPNS. Coba tes di DEPKEU, DEPLU dan BKPN. Semuanya gagal tes tertulis. Mengeluh kpd Tuhan, kenapa gagal. Jawaban tuhan adalah kelulusan gw di DEPHUB, DEPDAG dan KPPU.
Bingung..bingung dan bingung. Lulus semua, tapi tetep jadi bingung (lagi!)

Bingung pilih mana yang terbaik.
Bingung bagaimana membayar denda dari departemen bila setelah namanya diumumkan lulus, namun mengundurkan diri.
Bingung bagaimana dengan kuliahku yang double degree itu. Kalau sudah kerja, mana mungkin bisa berangkat ke Malaysia.

Setelah bingung dan sempat panik, akhirnya gw memutuskan untuk mengambil yang di Departemen Perdagangan. Entah kenapa, tapi aku yakin, suatu saat bisa menjadi Atase Perdagangan untuk Eropa. Amien :) Tentang kuliah, InsyaAllah perlahan-lahan ada Jalan yang Tuhan tunjukkan.

Waktu itu ada kejadian konyol. Saking lugunya, gw datang ke DEPDAG, mohon agar nama gw di-black list, dari kemungkinan mendapatkan kursi di Depdag karena pengumuman dari DEPHUB sudah publish di-web dan nama gw termasuk yang lulus. Gw datang ke gedung utama DEPDAG, menemui Bapak Marolop Nainggolan dan menyampaikan surat permohonan pengunduran diri.
Beliau bilang, “Suratnya tidak bisa saya terima karena nama Anda bahkan belum diumumkan lolos sampai Tahap Akhir. Sabar ya, tunggu maksimal dua hari lagi, pengumuman CPNS yang lolos akan segera di-publish di web. Sementara itu, Anda jangan daftar ulang dulu di DEPHUB.”
Trus dia bilang: “Kok Anda BAIK sekali mau datang dan minta agar jangan sampai diluluskan? Padahal ada kejadian seperti Anda, namun mereka kabur setelah pengumuman, tanpa memberikan informasi kepada kami.”
Gw cuma bilang, “Saya takut kena denda, Pak. Keluarga saya tidak akan mampu membayar 25 juta”
Trus beliau tanya lagi, ” Kalau Anda boleh memilih, Anda mau mengambil yang mana?”
Dengan malu-malu, gw bilang “Saya ingin kerja di Depdag, Pak.”

Setelah pembicaraan itu, gw pulang. Dua hari kemudian, nama gw ternyata lolos di Depdag. Alhamdulillah…

Beberapa lama setelah gw pindah ke Jakarta dan sudah kuliah, ternyata ada informasi terbaru mengenai keberangkatan ke Malaysia.
Alhamdulillah. Walaupun ternyata jatahnya dipotong menjadi hanya satu minggu saja, teman-teman PBU positif berangkat ke UUM. Berita buruknya, gw bentrok dengan UAS di Kampus. Keputusan harus diambil!
Akhirnya gw gak bisa ikut berangkat bersama teman-teman lain.
Hiks.. Sedih, kenapa harus bentrok dengan ujian?
Kalau hanya kuliah, kan bisa izin.
Tapi UAS???
Tidak ada ujian susulan untuk penerima beasiswa!
Terpaksa aku bertahan di Jakarta.

Saat itu, masih ada pemikiran positif, kalaupun tidak bisa berangkat ke Malaysia bersama teman-teman PBU Aktivis Unsoed, InsyaAllah ada kesempatan kuliah di sana selama 1 tahun. Jadi, tidak lah perlu bersedih terlalu lama.

Sekarang, gw sudah bekerja 5 bulan di BAPPEBTI-DEPDAG.

Lagi-lagi tidak jadi berangkat ke Malaysia karena ternyata tidak mungkin gw bisa meninggalkan kantor ini. Lagi-lagi harus memilih. Sebuah pilihan yang berat!

Sempat menangis karena ternyata gagal (lagi!) ke Malaysia dan melanjutkan studi serta mengambil gelar MBA-ku, sedih ditinggal beberapa temanku yang saat ini sudah di Kedah dan berkuliah (dan mengorbankan kerja mereka di Jakarta). Tapi, itu sudah merupakan sebuah resiko.
idup penuh dengan resiko dan warna-warninya.
Sepedih apapun keputusan yang harus diambil, tidak mungkin kita mengelak untuk memutuskan.
Yang terpenting sekarang bagiku, aku sudah berani mengambil keputusan untuk bertahan di Indonesia. Tidak dapat MBA, tidak ke Malaysia, tidak meninggalkan keluarga, tidak mengorbankan pekerjaan (yang sudah susah payah selama satu tahun kutunggu kepastiannya!).

Aku harus ‘membuang’ beberapa kesempatan, namun kuharap hal ini akan mendatangkan kesempatan-kesempatan lain yang lebih baik. Bukan aku menampik kebaikan Tuhan, namun memang Tuhan mengharuskan aku untuk memilih. Semoga inilah pilihan yang di-ridhoi-Nya…
Malaysia (lagi-lagi!) memang belum juga menjadi rezekiku. Sekuat apapun aku ‘ngotot’, tetap bukan rezekiku.
Mungkin Tuhan masih menyimpan ‘kejutan’ lain untukku :)
I’ll wait and see….

Sekarang, walaupun aku tidak melanjutkan kuliah ke Malaysia, aku ingin tetap berdiri tegak dan berteriak bahwa:
‘AKU PUNYA PEKERJAAN YANG BAIK, AKU KANDIDAT MM DI SEKOLAH PASCASARJANA JAKARTA, AKU PUNYA KELUARGA YANG SELALU MENDUKUNGKU SERTA TEMAN-TEMAN YANG SELALU ADA DAN AKU BAHAGIA DENGAN PILIHANKU’ =)

Btw, this is NOT the end of my journey though ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s