.sindrom anehku.


I have a confession to make… Entah kenapa, gw punya sindrom yang aneh. Gw selalu takut kumpul reuni or kumpul bareng teman-teman lama! Apalagi klo sudah bertahun-tahun gak ketemu.

Gw selalu saja mencari alasan untuk mangkir dari acara-acara tersebut. Bisa di-cek deh, sejak kuliah di Pwt, gw ga pernah ikut reuni KIR SMAN1TRA. Pdhl KIR bukan hanya sekedar UKM biasa. Kekeluargaan kami terasa sekali. Tp gw tetep ga pernah datang klo diundang.

Trus gw jg menghindari reuni teman-teman SMA. Hanya sekali gw datang. Tahun 2008 lalu, saat buka puasa bersama. Itupun dgn menguatkan jiwa dan jantung. Gw memaksa diri harus datang. Tyt tdk seburuk itu, tp tetap terasa buruk!

Kmrn ada reuni SD, gw jg gak datang. Gw takuuut.. Sumpah takuuut bgt. I hope I cud remove that event from my calender.

Mantan gw jg ada di reuni itu, tambah berat kaki ini melangkah. Akhirnya, gw batal ke reuni.

Trus ada undangan pernikahan teman SMA/kuliah, gw senang diundang, tp gw selalu keringat dingin klo mendekati waktunya utk datang. Badan gw menunjukkan reaksi aneh. Serba sakit dan akhirnya gw ga brngkt lg. Yes,gw brhasil kabur..

Kisah lain, SEF sll rajin bikin reuni. Kmrn ada Friendly Visit, adik-adik dr Pwt datang ke Jkt. I said I wud come. Pgn bolos kuliah manajemen keuangan dan pergi ke PasFes. Tp mendekati detik-detik pukul 8, gw panik mendadak. Malah jd gak berani izin utk gak kuliah. Akhirnya momen berkumpul itu terlewatkan juga. Tp untung jg gw ga dtg. Tyt dosen ManKeu kasih kuis mendadak dr film OTHER PEOPLE MONEY yg qt tonton bareng.

Yang terbaru, hr Sabtu lalu, teman-teman komunikasi ngajak reuni, tp gw gak datang. Alasan gw, kepala gw sakit bgt. Dan emang benar nih kepala ga bs diajak kompromi. Sakit gak ketulungan. Akhirnya, cuma bs titip salam lewat Irma.

Saat banyak teman berkata rindu dengan Purwokerto, tidak sedikitpun gw ingin ke sana! Gak! Purwokerto punya memori yg gak pengen gw ingat. Gak pengen ke sana. Apalagi ketemu banyak teman atau dosen=( Gw merasa tidak nyaman dengan pertemuan-pertemuan itu. Merasa gak cukup penting utk ikut bergabung. Merasa gak punya cerita untuk dibagi. Merasa hidup dengan statis, pdhl teman-teman lain hidup dgn dinamisnya. Merasa sendiri! Dan merasa malu dengan kesendirianku.

Kemudian aku menyadari bahwa aku sangat tertutup. Kemudian aku menilai diriku, entah knp aku merasa rendah diri, tidak yakin dan malu bahkan panik dengan pertemuan-pertemuan itu.

Aku ternyata sering lari dari kenyataan.

Rasa sakit yang muncul tiba-tiba, pening di kepala, perih di perut, pegal di punggung dan berbagai reaksi negatif tubuhku adalah manifestasi kekhawatiranku akan pertemuan dengan teman-temanku. Tp sungguh, gw panik. Gw takut. Gw tidak ingin bertemu=( Gw hanya ingin menghindar. Dan tampaknya, sepanjang hidup, gw terus jadi orang yg lari=(

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s