.i think i’m in autopilot mode.


“How is it now, have you moved on? And do you still think of me, when I’m gone. I think of you, and I just wonder… Where you are and what thoughts are racing through your mind.. Who are you holding now? I hope that you’re happy now and someday I know I will be…”

(I’m learning – part 2; Boyzone)

Jadi teringat lagi lagu ini karena notes seorang teman. Ternyata aku suka sekali lagu ini pada zamannya dulu=)

Pagi ini ada perasaan yang sukar-dijelaskan-dan-entah-apa-namanya. Rasa tidak nyaman, rasa terbebani selayaknya ada tugas berat yang belum dikerjakan atau ada hal yang salah yang dilakukan.

Saat-saat seperti ini, kepekaan panca indra dan keyakinan untuk mengambil keputusan tampaknya buram. Aku seperti mati rasa, atau lebih tepatnya instingku sama sekali tidak berjalan untuk mengarahkanku. Yang ada hanya rasa sukar-dijelaskan-dan-entah-apa-namanya itu.

Aku seperti pada berada sebuah mode, dimana aku menjalani hidup tanpa berfikir dan menganalisa.

Kalau pernah melihat film CLICK, ada sebuah fase yang dilewati oleh Adam Sandler dimana dia menjalani hidupnya, namun seringkali tidak memiliki pengalaman nyata dan bahkan tidak mampu mengingat hal-hal yang telah dilewatinya tersebut. Dia seperti berada dalam ‘autopilot’ mode.

Mungkin itu yang aku alami. Berada dalam kondisi ‘autopilot’. Entah apa penjelasan logisnya, atau memang (lagi-lagi!) itu merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang muncul secara alamiah. Bahwa secara sadar ataupun tidak, hidup terus berjalan. Saat seseorang tidak ingin menjalaninya, seperti ada kontrol-tak-kasat-mata (invicible control) terhadap hidup ini.

Hmm, sebuah konsep yang sulit aku jelaskan:( ‘Alam bawah sadarku’ mengatakan tidak, tapi ‘aku seperti tidak punya kontrol atas apa yang aku lakukan. Berbagai hal yang aku lakukan mengalir begitu saja. Seringkali, baru belakangan saja aku berfikir kembali, apakah aku mengambil keputusan yang tepat saat aku berada dalam kondisi ‘autopilot’ tersebut. Seringkali keputusan yang kubuat ternyata tidak membawa kebaikan. Namun tidak bisa kutarik kembali apa yang sudah kuucapkan dan kukatakan. Tidak bisa lagi kuputar waktu saat aku berada dalam kondisi ‘autopilot’ tersebut.

Hmm, kondisi ‘autopilot’ ini tampaknya disalahartikan oleh sebagian orang (*kondisi autopilot sama sekali berbeda dari semi colon phase yang sempat aku tulis di notes sebelumnya). Sesungguhnya, kondisi ‘autopilot’ berlangsung hanya sebentar. Kadang cuma sehari dan mungkin saja berulang di hari-hari lain saat kondisi sedang tidak nyaman buat diriku.

Beberapa kali terjadi saat aku bingung memilih antara DEPHUB, DEPDAG atau kuliah di Malaysia; pekerjaan atau seleksi tes TOFFL untuk aplikasi beasiswa; dan beberapa contoh kasus lain yang terjadi seiring dengan banyaknya pilihan-pilihan yang harus aku buat dalam hidupku. Aku hanya berharap, apa yang mengontrolku (kondisi autopilot itu), tidak membawaku ke sebuah masalah yang hanya akan membuatku menyesal kemudian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s